Selamat Datang Tahun Pilkada

By fajril

logo-pilkada-padang.jpgKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, mengagendakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar akhir bulan Oktober 2008. Meski hitungan kalender sekitar 9 bulan ke depan, namun selama kurun tahun 2007, peta perpolitikan di Kota Padang menunjukkan aktivitas tinggi. Sejumlah partai politik dan politikus mulai kasak-kusuk.

Mereka sudah menebar pesona dengan berbagai kegiatan berbungkus sosial seperti bakti sosial, sunatan massal, membantu korban bencana hingga kegiatan rutin partai. Beberapa parpol kecil yang gagal mendapat kursi di legislatif juga tidak mau ketinggalan. Mereka mulai mencari celah agar ikut ambil bagian dalam momen penting tersebut.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai pemilik kursi terbanyak di legislatif, yaitu 11 kursi ini, mengusung secara terbuka Wakil Ketua DPRD Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebagai calon Kepala Daerah periode 2009-2013 dalam rapat DPD PKS Kota Padang dan DPW PKS Sumbar yang ditetapkan oleh DPP PKS.

Usai penetapan calon internal Mahyeldi tersebut, DPD PKS membuka pendaftaran balon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Padang secara terbuka. Beberapa tokoh pun muncul dalam bursa balon kepala daerah Kota Padang yang dihelat DPD PKS. Diantaranya, Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim, Muharomcyah, Dikki Syarfin, Rafles, Dany Setiawan, dan Pitrimawati sebagai Balon Wako.Untuk Balon Wawako di antaranya Zulkarnain Kamsya, Busrizalti, Asril Naska, Khairil Syarif, Darwis Habib, Sutrisno Abu Bakar, Rafles, Davip Maldian, Hendri Joni, Erwin Amar dan Dany Setiawan. “Saat ini, bola berada di tangan DPP. Kita (DPD, red) dalam hal ini masih menunggu keputusan DPP. Yang pasti, tugas kita telah selesai mengajukan dua balon Fauzi Bahar dan Yusman Kasim ke DPW PKS Sumbar untuk seterusnya dilanjutkan ke tingkat DPP PKS. Dua nama ini, figur terbaik dari PKS untuk memimpin Kota Padang 2008-2013,” ujar Ketua DPD PKS Kota Padang Budiman, beberapa waktu lalu.

Bagaimana dengan Partai Amanat Nasional (PAN)? Partai dengan

Pada bagian lain, Partai Golkar dengan 8 kursi di legislatif, juga tak mau kalah. Di penghujung akhir tahun, Tim Pilkada PG yang diketuai Afrizal mengumumkan 15 balon Kepala Daerah yang selanjutnya diajukan ke DPD Kota Padang sebelum diajukan ke DPP tembusan ke DPD PG Sumbar. 15 Balon tersebut, Ketua DPD PG Kota Padang Z Panji Alam, Wako Padang Fauzi Bahar, Wawako Yusman Kasim, Harmensyah, dan OS Yerli Asir.

Kemudian, Zailis Usman, Irdinansyah Tarmizi, Yul Akhyari Sastra, Yulsirman, Jamasri, Mirkadri Miyar, Dikki Sarfin, Sastri Yunizarti Bakri, Firdaus K dan Emzalmi. “Ke-15 nama ini, sangat kecil kemungkinan untuk ditambah tapi besar peluang untuk dikurangi oleh pleno DPD PG Padang. Hasil semua itu, lalu diserahkan ke DPP, kemungkinan lima pasang calon hasil DPP dipastikan turun akhir Januari tahun depan,” tutur Afrizal.

PD, PPP dan PBB

Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan, yang berhasil mendudukkan lima orang wakilnya di legislatif, juga menyusun strategi menuju Pilkada 2008. Secara aturan, partai ini tidak bisa sendirian mengajukan pasangan calon kepala daerah, tapi membutuhkan koalisi dengan partai lain. Partai Demokrat, misalnya, ‘terpaksa’ bersabar menunggu teman koalisi, menentukan kandidat yang akan diusung pada Pilkada.

“Kita telah melakukan lobi secara intensif dengan sebuah partai. Namun, partai tersebut masih belum menetapkan calon. Diperkirakan, pada akhir Januari atau awal Februari 2008, DPC PD telah menentukan sikap dan siap mendeklarasikan calon kepala daerahnya,” kata Ketua DPC PD Kota Padang Muchlis Sani.

Begitu juga dengan PPP. PPP Padang masih melakukan penjajakan koalisi dengan Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), PDI-P dan Koalisi Padang Sakato. Penjajakan koalisi tersebut hampir mendekati finalisasi. Namun, PPP belum menentukan balon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada.

Meski demikian, setidaknya sepuluh tokoh Kota Padang telah menyatakan berminat maju bersama PPP. Yaitu, Wali Kota Padang (incumbent) Fauzi Bahar, Wakil Wali Kota Padang (incumbent) Yusman Kasim, Jasrial, Diki Syarfin, Yul Akhyari Sastra, Harmensyah, Najmuddin M Rasul, Zulkarnain Chamsyah, OS Yerli Asir, dan Bustasyar.

“10 tokoh ini telah mengadakan pertemuan yang dibingkai silaturahmi dengan pengurus PPP Padang. Namun, kita belum menentukan balon yang akan diusung nantinya,” kata Ketua DPC PPP Kota Padang Syafril B.Partai lainnya, Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Padang, bertekad ingin mengulang cerita sukses pengajuan calon kepala daerah Sumbar pada Pilkada 2005 lalu, di ajang Pilkada Padang. Dengan mengantongi tiga kursi di DPRD Padang, PBB ‘terpaksa’ harus menjalin koalisi dengan partai lain.

“PBB telah banyak melakukan komunikasi politik dengan berbagai partai semisal PPP dan Partai Demokrat. Dengan PPP, kita telah menjalin komunikasi semenjak 1,5 tahun lalu. Pembicaraan intensif, setidaknya telah dilaksanakan sebanyak 5 kali. Namun, masih belum mengerucut pada satu titik. Kita memasang target, enam bulan sebelum pelaksanaan Pilkada calon kepala daerah dari PBB telah dideklarasikan,” kata Ketua DPC PBB Zulkifli Aziz.

PKPI, PDI-P, Koalisi Padang Sakato

PKPI Kota Padang, dengan dua orang wakilnya di legislatif, juga memfokuskan pada penjajakan koalisi dengan sejumlah partai di kota ini. Sejumlah partai tersebut, PPP, PBB, PDI-P dan Koalisi Parpol Padang Sakato.

“Secara lisan kita telah melakukan pertemuan secara lisan dengan sejumlah partai tersebut. Namun, masih perlu beberapa kajian lagi untuk menuju pendeklarasian,” kata Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Kota Padang, Nofrizal seraya mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menentukan calon kepala daerah yang bakal diusung.

PDI-P yang berhasil mendudukkan dua orang wakilnya di legislatif memilih diam. Menurut, Sekretaris DPC PDI-P Kota Padang Albert Hendra Lukman, partainya saat ini fokus pada konsolidasi dan kepengurusan partai pun hingga kini belum terbentuk.

“Percuma saja, kalau kita melakukan persiapan sekarang. Jika nantinya, pengurus yang ada saat ini tidak lagi duduk pada kepengurusan berikutnya. Makanya, kita bentuk dulu susunan kepengurusan DPC PDI-P Kota Padang. Paling lambat, bulan Januari sudah terbentuk,” ujar Albert Hendra Lukman, seraya mengatakan jika telah terbentuk maka kita menuju langkah selanjutnya, penjaringan calon dan penjajakan koalisi dengan sejumlah partai.

Di akhir bulan Agustus lalu, 15 parpol kecil yang gagal mendapat kursi di legislatif mendeklarasikan Koalisi Parpol Padang Sakato. Koalisi dengan penggabungan 15 partai ini, kekuatan suara telah mencapai 13,7 persen. Koalisi ini hanya membutuhkan satu partai lagi untuk bisa mengusung satu paket calon Kepala Daerah. “Kita butuh satu partai lagi untuk mengusung satu paket calon,” kata Ketua Koalisi Parpol Padang Sakato, Alias Lasin, beberapa waktu lalu.

Calon Independen

Ketua KPU Kota Padang Endang Mulyani, sewaktu pertemuan dihadapan Tokoh Masyarakat Pauh dalam acara sosialisasi Pilkada Kota Padang, Rabu (21/11), mengatakan, jika calon perseorangan (independen) diberikan peluang maju pada Pilkada Padang, dengan peraturan 3 persen itu benar-benar ada, maka akan sangat banyak calon independen yang muncul dan ikut dipilih oleh Warga Kota Bingkuang untuk menduduki kursi Padang Satu.

“Dari asumsi itu, tentu akan balon wali kota yang bermunculan. Dari 600 ribu pemilih yang diperkirakan, calon perseorangan tentunya sudah harus bersiap-siap dari sekarang. Sayang, belum ada ketentuan yang mengatur proses pencalonannya,” ujar Endang. Bagaimana hasil Pilkada Padang 2008 mendatang. Kita tunggu saja. (*)

Tinggalkan Balasan